Tuntunan BerQURBAN: Berbagi Sesuai Sunnah Nabi

  1. 1.       Landasan Hukum
  • Al Qur’an

“ maka dirikanlah Shalat dan Berkurbanlah “ ( Al Kautsar: 2). Yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied.” Pendapat ini dinukil dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534)

  • Hadist Nabi Muhammad. S.A.W

“Tidak ada amal yang dilakukan oleh anak Adam lebih disukai oleh Allah di hari Qurban selain dari mengalirkan darah (menyembelih qurban). Sesungguhnya qurbannya itu di hari kiamat akan datang menyertai bani adam dengan tanduk-tanduknya, bulunya dan kuku-kukunya. Dan darah qurban tersebut akan menetes di suatu tempat (yang diridlai) Allah sebelum menetes ke bumi, maka relakanlah qurban itu ” (HR at-Tirmidzi).

Mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, dan fuqaha (ahli fiqh) menyatakan bahwa hukum qurban adalah SUNNAH MU’AKADDAH bagi mereka yang mampu. Tetapi Abu Hanifah (seorang ulama’ Tabi’in) menyatakan hukumnya wajib. Ibnu Hazm menyatakan: “Tidak ada seorang sahabat Nabi pun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” Sementara di dalam mazhab Syafi’i muncul pendapat bahwa qurban hukumnya sunnah ‘ain (menjadi tanggungan individu) bagi setiap individu sekali dalam seumur hidup dan sunnah kifayah bagi sebuah keluarga besar, menjadi tanggungan seluruh anggota keluarga, namun kesunnahan tersebut terpenuhi bila salah satu anggota keluarga telah melaksanakannya.

Dalil yang dijadikan dasar tentang tidak wajibnya qurban, adalah hadits Ummu Salamah:

 “Jika masuk tanggal 10 Dzul Hijjah dan ada salah seorang diantara kalian yang ingin berqurban, maka hendaklah ia tidak cukur atau memotong kukunya.” (HR. Muslim)

Sedangkan dalil wajibnya qurban menurut madzhab Hanafi adalah hadits Abu Hurairah yang menyebutkan : Bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mempunyai kelonggaran (harta), namun ia tidak melaksanakan qurban, maka janganlah ia mendekati masjidku” (H.R. Ahmad, Ibnu Majah).

  1. 2.       Makna Qurban

Qurban dalam bahasa Arab berasal dari kata qa-ru-ba ( قَرُبَ ) artinya dekat. Ibadah qurban yang di dalamnya terdapat penyembelihan hewan qurban adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah qurban disebut juga “udlhiyah” ( أُضْحِيَّة ) artinya penyembelihan binatang sebagai qurban.

  1. 3.       Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan qurban adalah setelah dilaksanakannya shalat ‘Ied sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah sebelum masuk waktu maghrib. Sabda Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim :

“Barang siapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan (membaca) bismillah “.

  1. 4.       Jumlah Orang

“Dari Jabin, dia berkata: Kami bersama Rasulullah Saw pada tahun Hudaibiyya, seekor sapi untuk tujuh orang dan seekor onta yang gemuk untuk 7 orang.” (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad).

  1. 5.       Syarat Hewan Qurban

Cukup Umur ( Sapi 2 th, Unta 5 th & Domba 1 th atau ketika giginya sudah ada copot )

Sehat, tidak sakit, hilang atau cacat sebagian tubuhnya Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits : “Tidak bisa dilaksanakan qurban binatang yang pincang, yang nampak sekali pincangnya, yang buta sebelah matanya dan nampak sekali butanya, yang sakit dan nampak sekali sakitnya dan binatang yang kurus yang tidak berdaging .” (HR. Tirmidzi).

  1. 6.       Ketentuan Penyembelihan
    1. Niat berqurban karena Allah semata
    2. Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Bahwasanya Nabi saw menyembelih dua ekor kibasnya yang bagus dan bertanduk. Beliau mengucapkan basmallah dan takbir dan meletakkan kakinya di samping lehernya .” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).

  1. Menyembelih dengan pisau yang tajam

Berkata Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan supaya pisau itu ditajamkan dan agar tidak ditampakkan kepada binatang-binatang dan beliau bersabda, “Apabila seorang daripada kamu menyembelih maka hendaklah ia percepat kematiannya” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

  1. Disembelih tepat dikerongkongan/ leher

Telah berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw pernah mengutus Budail bin Warqa Al-Khuza’i dengan naik unta yang kehijau-hijauan supaya berteriak di jalan-jalan Muna (dengan berkata ): “ketahuilah bahwa sembelihan itu tepatnya di kerongkongan/ lehernya”. (H.R. Daruquthni).

  1. Terputus urat leher , yaitu Hulqum (jalan napas), Mari’ (jalan makanan), Wadajain (dua urat nadi dan syaraf) dan tunggu hewan tersebut sampai mati sempurna
  2. 7.       Aspek Kemampuan (Istito’ah)

Haruslah merupakan hasil dari upaya maksimal dalam menyisihkan harta yang dimiliki. Beberapa ulama memberikan panduan tentang ukuran batas kemampuan dengan perhitungan sebagai berikut: Yaitu jika hartanya cukup untuk keperluan makan, pakaian, dan tempat tinggal dikurangi utang konsumtif selama 4 hari yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah dan masih ada lebihnya minimal seharga satu ekor kambing, maka jatuhlah kesunnahan untuk berqurban. Dalam sejarah disebutkan bahwa junjungan kita Rasulullah SAW meskipun dalam keadaan sulit dan serba kekurangan, beliau tetap berqurban dengan menyembelih 2 ekor domba yang tinggi besar, dengan harga tinggi.

  1. 8.       Aspek Jumlah dan Frekuensi

Qurban merupakan ketentuan yang sifatnya Individual bagi seorang muslim baligh; minimal satu ekor kambing/domba. Kesunnahannya berlaku bagi setiap individu setiap tahun karena Idul Adha juga setiap tahun; seperti halnya kewajiban Shoum Ramadhan.

  1. 9.       Aspek Manfaat

Harus memperhatikan fungsi kemanfaatan secara maksimal baik dari bagian hewan qurban ataupun penerimanya. Misalnya kulit/ bulu hewan qurban tidak boleh dipotong-potong dan dicampur dengan daging sehingga akan menghilangkan nilai dan manfaatnya. Demikian pula penerimanya, diharapkan dibagikan kepada yang benar-benar membutuhkan, khususnya dari golongan kaum dhuafa di wilayah-wilayah miskin di tanah air. Seperti yang disebutkan dalam berbagai hadits, bahwa yang berhak atas daging qurban adalah pequrban itu sendiri dan orang-orang yang membutuhkan atau fakir miskin. Allah berfirman: ”Maka makanlah sebagian dari padanya dan sebagian lagi untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir .” (Al-Hajj : 28).

  1. 10.   Keutamaan Qurban
  • Memperoleh Ampunan

Wahai Fathimah, bangkitlah dan saksikanlah hewan korbanmu karena sesungguhnya Dia mengampuni selluruh dosamu ketika tetesan korban yang darah pertama dan bacalah, inna shalati wa nusuki wa mahyaya lillahi rabbil ‘alamin, laa syarika lah wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin. ( HR. TIRMIDZI )

  • Mendapat Ridho Dari Allah

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah , tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al – Hajj :37)

  • Melaksanakan Sunnah Nabi Ibrahim

Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu- bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah.

  • Hewan Qurban Menjadi Saksi

“Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

  • Amalan Terbaik Di Hari Raya Qurban

“ Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika Hari Raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban… (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

  • Mendapat Pahala Yang Banyak

“Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

 

                Jadi, saat anda berniat akan melaksanakan qurban tahun ini, rencanakan dengan baik qurban anda beserta keluarga. Selain menjaga niata ibadah ikhlas karena Allah semata juga harus memperhatikan kemanfaatan maksimal qurban anda. Karena ibadah qurban selain sebagai individu juga merupakan ibadah sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s