Yang Terbaik Diantara Kita

Setiap negara pasti punya pemimpin. Ada yang disebut presiden, perdana menteri, raja atau sultan. Setiap provinsi juga ada gubernur yang menjadi pimpinan tertinggi di wilayahnya. Di dunia militer dan kepolisian juga ada jendral sebagai panglimanya. Sementara di masyarakat ada camat, lurah, kepala desa, walinagari, wali jorong, ketua PKK, takmir masjid dan seterusnya. Semua itu adalah karir jabatan sesorang yang kebetulan sedang diamanahkan kepadanya.

Posisi pimpinan seringkali menggambarkan kepada kita sebuah tanggung jawab besar yang diembannya. Dengan posisi yang dipegangnya, seorang presiden dituntut untuk membuat kebijakan-kebijakan besar yang akan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Begitu juga pada level yang lain, setiap pemimpin diharuskan mampu membangun orang-orang yang dipimpinnya dan mendatangkan kesejahteraan dengan sebaik-baiknya. Pertanyaannya apakah setiap pemimpin pasti orang yang paling baik?

Pada sisi yang lain kita juga sering mendengar atau menyaksikan perilaku kedermawanan orang-orang kaya. Mengundang ratusan bahkan ribuan anak yatim, mengumpulkan para dhuafa dan membagi-bagikan sembako atau uang beberapa puluh ribu. Terlepas dari niatnya tulus ataukah mengharap pujian, bersedekah kepada orang yang membutuhkan tentulah sebuah kebaikan. Tetapi apakah otomatis orang yang banyak hartanya itu adalah orang yang paling baik?

Lalu bagaimanakah Islam mengajarkan kepada kita tentang predikat orang yang paling baik diantara kita? Berikut adalah beberapa karakter dan perilaku manusia yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai sebaik-baik manusia.

“Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?” Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: “Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruk kami,” beliau bersabda: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga…” Hadits riwayat Tirmidzi.

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” Hadits riwayat Tirmidzi.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian islamnya adalah yang paling baik akhlaq jika mereka menuntut ilmu.Hadits riwayat Ahmad.

“Hamzah bin Shuhaib meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu yang berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan.” Hadits riwayat Ahmad.

“Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” Hadits riwayat Tirmidzi.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” Muttafaqun ‘alaih

“Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Itulah beberapa kriteria manusia terbaik menurut Islam yang telah diajarkan melalui Nabi Muhammada SAW. Yaitu diantara kita yang mempelajari Al Qur’an-secara terus menerus- dan mengajarkannya, yang kebaikannya diharap-harapkan oleh orang yang ada di sekitar kita, yang paling baik kepada keluarganya, yang paling baik akhlaknya, yang senang bersedekah makanan, yang tepat waktu dalam membayar hutang, paling bermanfaat bagi orang lain, dan yang panjang usianya lagi baik amalnya.

Maka alangkah mulianya diri kita jika karakteristik manusia terbaik yang dikabarkan Rasulullah SAW itu bisa kira raih dan terus melekat dalam pribadi kita. Jika kita adalah kebetulan Gubernur/ Walikota maka pastikan kita adalah pejabat yang terus mempelajari Al Quran dan mengajarkannya, memajukan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat lemahnya.

Jika kebetulan kita adalah orang yang sukses dengan usaha dagangnya, kita juga termasuk orang yang senang bersedekah dan memberi makan kepada orang yang lapar, menyantuni fakir miskin, anak yatim dan orang-orang yang lemah.

Jika usia kita sudah lebih dari 65 tahun dan kondisi sehat, maka mudah-mudahan kita termasuk orang yang baik amalannya dalam usia yang panjang itu. Bukan sebaliknya, diberi panjang usia tetapi dipenuhi dengan kemaksiatan dan banyak merugikan orang lain.

Jika kita adalah pemimpin perusahaan yang berhasil, kita juga termasuk orang yang paling baik kepada keluarga kita. Bahkan jika kita ini bukan pejabat, bukan direktur sebuah perusahaan, bukan orang kaya, bukan pemimpin dimana-mana, hidup pas-pasan dan kadang sulit terlepas dari berhutang, mudah-mudahan kita tetap istiqomah berinteraksi dengan Al Quran, mampu berakhlak yang baik dan diberi kemudahan agar dapat melunasi hutang dengan cara yang paling baik. Setidaknya apapun posisi kita, kita bisa memilih predikat sebagai manusia terbaik disisi Allah dan Rasul-Nya. Amiin.

Oleh : Fatih Abdul Aziez, Juni 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s