GORESAN HIKMAH MEMBACA LAUT*

Oleh : Zulfamiadi, SHI**

Membaca itu perintah Allah. Berarti Membaca itu sangat Penting.Begitu Pentingnya membaca dia menjadi perintah yang pertama sebelum diberikan kewajiban ibadah lainnya. Hal ini tertera dalam surat al-alaq 1-5, Iqra’ bismi rabbikalladzii khalaq ‘bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptaKAN (ayat 1). Kata iqra’ berasal dari kata qara’a yang pada mulanya bermakna ‘menghimpun’. Dalam kamus bahasa,kataqara’a dapat bermakna ‘menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu’. Kata iqra’ (‘bacalah’) dalam ayat tersebut tidak menyebutkan objek bacaan secara khusus. karena tidak disebutkan objeknya secara khusus, dapat dimaknai bahwa objek kata tersebut bersifat umum, yakni mencakup segala hal dapat dijangkau.  Untuk itu say mencoba membaca  sebagian kecil segores hikmah ciptaan Allah membaca laut, semoga dapat membentuk watak dan karakter kita sebagai seorang muslim.

IMG_00541. LAUT ITU DALAM.

Maka hendaklah kita sebagai seorang muslim, menjadi muslim yg memilki kedalam. Kedalaman Aqidah, kedalam akal,kedalam fikiran, Sikap, kedalaman amal dan kedalam harta (kaya).Muslim yang punya aqidah kuat, kaya, menggunakan akalnya tentu kepalanya akan tegak berdiri dan berwibawa, dibanding dengan muslim yang aqidah dangkal, hidup melarat dibawah bayang-bayang orang lain.Kedalam akan membentuk sikap sebagai pejuang sejati, seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah,SAW dan para sahabatnya. Berjuang dengan harta, jiwa dan raga. Pantang kalah sebelum bertarung,optimis untuk menang karena yakin Allah akan membantu perjuangannya.

Tidak akan merasa gentar apalagi takut dengan banyaknya musuh, “Menang atau mati syahid” hanya itu pilihannya. Maka jangan heran jika ada sahabat yang menangis karena tidak bisa ikut berperang. Hanya muslim yang memiliki kedalaman yang akan terus mengasah dan mengolah dirinya untuk menjadi muslim terbaik disisi tuhann-NYA. Jika dia Kaya dia tidak akan lupa mengeluarkan hartanya untuk perjuangan dijalan Allah. Dimanapun dia berada dia akan membawa rahmat bagi alam sekitarnya.Tak ada tangis kesedihan terhadap dunia melainkan hanya tangis taubat atas kesalahan masa lampaunya.

3. LAUT ITU LUAS:

Jadikan diri kita pribadi  muslim sejati yang  Luas  seperti luasnya laut. Pengetahuan, pergerakan, cara pandang yang luas akan menjadikan kita muslim yang berpandangan luas kedepan. Tujuan kita adalah  Allah, kitab suci kita adalah al-quran dan Islam adalah agama kita. Islam itu  rahmatal lil`lamin,  satu sama lain  bersaudara, penderitaan saudaranya juga   penderitaannya, kebahagiaan saudara juga kebahagiaannya. Saudara dalam islam tidak dibatasi oleh Suku, Daerah, pulau, Samudra atau Negara. Muslim yang berfikiran luaslah yang akan mampu menjadikan perbedaan itu sebagai rahmat lalu menghormati perbedaan tanpa menghilangkan tujuan yang lebih besar, dan muslim yang perfikiran picik atau sempit  akan menjadikan perbedaan sebagai bahan perpecahan lalu melupakan tujuan yang lebih besar. Anggapan kelompoknyalah yang paling benaryang lain salah. Tentu bukan hal ini yang kita inginkan. Kedepan  tantangan demi tantangan begitu besar, maka saatnya kita merapatkan shoff kebaikan, tidak hanya sekedar berbuat baik namun mengelola kebaikan itu sebaik-baiknya untuk mendapatkan efek yang lebih besar terhadap kemaslahatan umat.Bukankah kita diperintahkan untuk berjamaah…?

4. LAUT ITU INDAH:

Menghiasi diri dengan keindahan sudah semestinya menjadi prilaku hidup seorang muslim. Karna sesungguhnya Islam itu indah dan Allah mencintai keindahan.Sikap, tingkah laku, perangai nan elok, bicara ramah, sopan santun, penampilan yang menyejukkan mata harus menjadi perhatian buat kita. Laut ternyata tidak indah tanpa bantuan pantai,dipantai ada pasir, nyiur yang melambai dan kicaun burung serta kabut yang menyelimuti dipagi hari, itulah variasi keindahan.

Dalam hal ini kita juga menyadari bahwa untuk mewujudkan keindahan itu tidak bisa sendiri tapi semua unsur harus terlibat (sinergi). Ketika anak,ibu, ayah, mamak, pemimpin dan rakyat harus bahu membahu membangun keindahan. Rasulullah talah memberkan tauladan kepada kita, keindahan dalam berbicara, bertetangga, berdagang, memimpin dan perkara kehidupan lainnya. kiranyamenjadi tolak ukur bagi kita untuk berbuat,apalagi diranah minang Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah. Lamak diawak katuju diurang misalnya,ini adalah akhlak yang indah, untuk mengambil satu sikap atau perbuatan sehingga mengandung unsur keadilan didalamnya.

IMG_0136
5. LAUT ITU ISTIQOMAH

Laut akan tetap istiqomah dengan airnya yang asin, ombak yang bergulung serta   warnanya yang biru. Hal ini membawa hikmah hendaklah kita menjadi muslim yang istiqomah dalam berbuat baik dan menebarkan kebaikan. Istiqomah dalam bermal, istiqomah untuk tetap berada dalam jalan Allah walau terkadang  jalan tidak semulus yang kita bayangkan terkadang harus menginjak kerikil-kerikil tajam bahkan harus harus berhadapan dengan resiko besar. Muslim istiqomah pantang mundur walau setapak,  Orang istiqomah akan mendapatkan kemulyaan, seperti halnya keistiqomahan para sahabat yang telah membela tegakknya agama Allah.

IMG_00536. LAUT ITU MENYIMPAN  MUTIARA.

Didalam dasar kedalaman Menyimpan Mutiara, harganya mahal dan semua orang berminat untuk memilikinya. Kalimat tauhid yang menghujam didalam hati seorang muslim yang menancap ketulang susum “asyhaduallaailahaillallah waasyhaduannamuhammaddarasulullah “  layaknya bak mutiara dalam lautan, mahal harganya, tinggi derjatnya dan syorga tantangannya. Muslim yang tidak akan bisa dibeli dengan perhiasan dunia, harta,wanita dan tahta. Baginya keridhoan Allah adalah diatas segalanya. Selalu waspada dengan segala bentuk pengawasan Allah dimanapun dia berada, karena yakin hidup ini amatlah pendek dan akan diminta pertanggung jawabannya.Muslim yang teruji dan terasah yang pantang merengek dengan cobaan apalagi berputus asa dengan rahamat Allah. Selalu berbaik sangka kepada Allah dan mengambil hikmah setiap kejadian. Hatinya akan senantiasa terlecut oleh cinta dan zikir, detak jantung dan turun naiknya nafas akan menjadi wujud pengabdian untuk selalu mengagungkan Allah dengan segala kebesaran –NYA.

7. LAUT TIDAK SUKA MENYIMPAN BANGKAI

Laut tak suka makan bangkai  dan makan sampah, jika ada bangakai dan sampah yang masuk dia akan terus berusaha membuangnya kepinggir pantai. Beda dengan manusia yang hobi makan bangkai saudaranya (Mengunjing saudara sama dengan makan bangkai)

Memakan harta beracun karena tidak mengeluarkan zakatnya, memakan hak orang lain secara bathil, engggan memberi makan orang miskin, sogok suap jadi biasa, menumpuk-numpuk, memberi makan keluarga tanpa jelas halal dan haramnya,iri dengki, fitnah adu domba, sombong angkuh takabur seakan dia akan hidup selamanya,  naauzubillah minzalik.Jangan heran kalau nanti kita ditimpa oleh berbagai macam jenis penyakit, karena kita mengkonsumi atau menyimpan bakteri penyakit, dalam harta dan tubuh kita. Ketahuilah wahai kamu muslimin hidup ini tidaklah lama, suatau saat kita akan menerima balasannya, kalau baik akan berbalas baik  jika jahat akan membawa bencana terhadap diri atau bahkan keluarga kita. Bertobat jika sudah terlanjur dan waspada bagi yang tidak terjebak.

* Goresan insfirasi oleh-oleh rihlah PKPU Bukittinggi ke Pesisir Selatan Januari 2014.

** Kacab PKPU Bukittinggi

IMG_0062
Co. Creation for Nation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s