GAPAI TUJUAN HIDUP DENGAN PEMILU

Oleh : Zulfamiadi, S.H.I*

Tujuan diciptakan manusia oleh Allah adalah untuk mengabdi kepadanya. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.(Q.S Adz-Zaariyat:56). Namun terkadang manusia sering lupa akan hal itu. Sikap sombong, serakah, curang, menipu, merampok dan merampas tak jarang kita temui hari ini.Inilah gendrang irama kehidupan umat akhir zaman. Jurang kemiskinan menganga lebar,moral hacur berkeping-keping.Ketika tontonan menjadi tuntunan,kemaksiatan dianggap modernisasi, orang baik akan difitnah yang jujur akan dimusuhi,bak kapal kehilangan arah ditengah samudera yang amat luas.

Umat manakah yang melakukan itu, umat islamkah..? tentu mulut kita akan enggan mengatakan ya, namun itulah faktanya. Berdasarkan hal itu penulis mengajak untuk menggunakan PEMILU agar arah dan pedoman dapat dilihat kembali dengan jelas.

P = Potensi akal

Peranan akal sangat tinggi kedudukannya dalam agama. Menggunakan potensi akal semaksimal mungkin menjadi bagian kesuksesan menjalankan peran sebagai seorang khalifah dimuka bumi ini. Lihatah dengan nurani yang bening, Allah telah mengahamparkan bumi tanpa cacat, langit tanpa tiang, berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan baik didarat  maupun dilaut, semuanya untuk kepentingan manusia dalam menjalankan misi hidupnya. Banyak ayat dalam al-quran yang memerintahkah agar kita menggunakan akal“afalaa ta`qiluun/afalaa tatafakkarun”.

Pertempuran akal dan nafsu dalam diri manusia merupakan bagian yang cukup menentukan. Jika nafsu yang menang maka akal jadi budak, pada posisi inilah keganasan manusia melebihi sifat hewan. Pembunuhan dengan sadis, pemerkosaan, perampokan bahkan itupun terjadi diantara keluarga yang seharusnya saling melindungi. Naa`uzubillahimindzalik

Dalam beribadah islam tidak membiarkan umatnya taqlig buta, namun diperintahkan menganalisa, menela`ah dengan seksama sehingga tidak ada keraguan sedikitpun atas janji Allah. Orang berakal akan beriman dengan cerdas, tak mudah goyah dan berpaling walau gelombang badai terus mengahadang.

E= Energi Jiwa

Enegi jiwa merupakan daya dorong dari dalam untuk terus berbuat.Aksi  yang selalu berorientasi kepada visi.  Satu energi yang bahan bakarnya adalah  cinta telah menghalau rasa lelah, pantang menyerah dan mengusir rasa takut. Masih ingatkah kita dengan kisah Bilal Bin Robbah dalam meperjuangkan nilai tauhidnya..? Betapa beratnya siksaan dan penderitaan yang dialami agar meninggalkan tuhannya Allah swt namun akal cerdas dan rasa cinta mendalam telah berpadu menjadi bahan bakar energi pembakar semangat jiwa sehingga hilang rasa sakit, enyah rasa  takut, shubhaanallah.

Lalu bagaimana dengan energi jiwa kita, kenapa masjid yang dekat kita tak punya tenaga memenuhi panggilan-NYA. Masih terasa berat menggeluarkan kewajiban Zakat walau kita tahu itu perintah-NYA. Belum punya niat untuk pergi haji walau kita sudah diberikan kelebihan harta. Masih berat meninggalkan kemaksiatan walau kita tahu itu adalah dosa.Islam bukan agama langit hanya sebatas bicara nmun tak ada aski nyata.  Tanpa energi jiwa maka akan banyak manusia yang cedas namun buntu dalam tindakan.

 

M= Muhasabah

Menghitung diri sebelum hari perhitungan,menggunakan kesempatan selagi masih ada.Menghisab diri sebelum yaumil hisab yang sesungguhnya. Waktu muda, waktu lapang, waktu sehat, waktu kaya, waktu hidup kita pergunakan untuk apa! Mungkinkah kita telah lupa akan Allah sehingga Allah melupakan kita dengan diri kita sendiri. Lihat dan lihat lebih dalam lagi begitu banyak nikmat yang tercurah,sudahkan sebanding antara nikmat yang kita terima dengan rasa syukur kita. Sudahkah kita menjalankan kewajiban seorang suami, ayah, pemimpin yang baik yang akan kita pertanggung jawabkan nanti disisi-NYA. Masihkah kita enggan bertaubat atas dosa masa lalu dengan alasan kita masih sehat atau masih muda.

I=Ibadah

Ibadah merupakan bukti kepatuhan atas perintah Allah. Keyakinan tidak punya makna kalau tidak dibuktikan dengan ibadah. Ibadah adalah kendaraan pribadi untuk menuju Allah. Antara kualitas ibadah dan kuantitas perlu menjadi acuan bagi kita.

L= Lebih Dekat

Seberapa dekatkah kita dengan sang pencipta kita Allah swt, Seberapa dekatkah kita dengan petunjuk hidup kita, hanya ahli syorga yang ingin mendapat perhatian khusus dari sang kekasih.Untuk itu dirinya akan melakukan hal yang istimewa dalam pandangan kekasihnya.

 

U=Usaha dan Doa

Tak ada manusia yang sempurna yang luput dari dosa,namun bukan juga tenggelam dalam dosa lau putus asa. Ampunan Allah amatlah luas meliputi langit dan bumi. Berusaha terus kejalan yang lurus walau kita sering terjatuh.Doa kita tentu menjadi bagian penting agar Allah menancapkan iman, kita tidak punya daya dan kekuatan apa-apa melainkan kekuatan yang dipinjamkan sementara kepada kita suatu saat akan diminta pertanggung jawabannya.

* Kepala Cabang PKPU Cabang Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s