Kursi Roda untuk Trisna

Kerjasama Tabung Peduli  PKPU dengan  IPDN Kampus SUMBAR .
trisna3
Trisna saat mencoba kursi roda barunya

Kehidupan yang sulit, tingkat pendidikan orang tua yang rendah tidak menyurutkan langkah seseorang untuk menggapai cita – cita yang gemilang di masa depan. Menjalani kehidupan sehari – hari dengan penuh semangat dan penuh rasa syukur itulah yang dijalani seorang siswa MTs N IV Angkek Candung yang bernama Trisna Eka Wulandari. Trisna adalah anak sulung dari 3 bersaudara yang sudah di tinggal pergi ayahnya. Ibunya hanya bekerja sebagai pedagang dengan penghasilan hanya cukup untuk keluarga.

Meskipun keterbatasan fisik tidak ada rasa rendah diri terbesit dalam pikirannya untuk melakukan kegiatan dilingkungan sekolah dan diluar sekolah 

Sebelum kondisi Trisna semakin menurun dan kemampuannya dalam bergerak semakin lemah, Trisna pernah mengalami cidera saat bermain bersama adik – adik dan teman – temannya saat masih duduk di SD. Setelah jatuh tubuh Trisna tidak ada mengalami rasa sakit atau luka. 

Rahasia itu terus di pendam sampai Dia melanjutkan pendidikan MTs N dan kondisinya masih sehat dan normal. Di sekolah Trisna aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler ( Drumband )untuk mengembangkan bakatnya.

Namun apa daya semangat Trisna ini bertolak belakang setelah Dia kelas 2 MTs kondisi anggota tubuhnya mulai berat dan sering kelelahan meskipun tidak ada aktifitas yang berat dilakukannya. Kakinya sering terasa lelah untuk berjalan lama, Lama kelamaan berubah menjadi bengkok dan semakin susah untuk digerakkan. Rasa sakit yang dialami Trisna terus menjalar kepada kedua tangannya yang juga mengalami pembengkokan yang berakibat pada kemampuannya dalam memegang sesuatu bahkan dalam menulis pun Dia sering merasa kelelahan.

Keadaan tubuh Trisna yang seperti ini terus ia jalani dengan penuh sabar walaupun sebagai ejekan dan tawaan dari teman – teman yang tidak suka sama Trisna. Tak jarang Trisna sering menitikkan air mata dengan perlakuan yang tidak Dia inginkan terjadi pada dirinya. Ibunya adalah sang juara dan Super Hero
dalam hidupnyanya. Sebab hanya Dia yang selalu mendampingi dan menghibur di saat susah dan senang.
Ibu Ernita selaku single parent bagi Trisna dan adik – adiknya tidak pernah berputus asa untuk terus bekerja membanting tulang sebagai pedagang demi mencukupi kebutuhan anak – anaknya. Terkadang hatinya merasa sedih ketika sang Anak meminta sesuatu yang telah di janjikan dan itu tidak bisa dipenuhi karena tidak ada uang untuk membelinya.

Walaupun kondisi ekonomi keluarga pas – pasan , Trisna juga menyadari dirinya harus berbakti selalu kepada kedua orang tua.
Pada saat ini segala aktifitas yang akan dilakukan oleh Trisna bergantung pada bantuan orang lain. Dirumah Trisna melakukan sesuatu dengan bantuan adik – adiknya, Ibu dan nenek. Jika tidak ada orang di rumah maka Trisna berusaha sendiri dengan menggeser tubuhnya. Jika bangun tidur dan hendak mandi maka dlilakukan oleh Ibunya. Trisna berangkat sekolah dijemput oleh tukang ojek dan ketika sampai sekolah dibantu oleh teman – temannya, guru dan warga yang ada di sekitar sekolah yang peduli sama Trisna.

Wali kelas Trisna juga mengungkapkan bahwa dalam proses belajar mengajar , Trisna berada pada tingkat iq yang tinggi. Dia tempat bertanya bagi teman – temannya yang kurang mengalami materi pelajaran,. Terlebih sekarang ini Trisna duduk dibangku kelas IX MTs N IV Angkat Candung yang harus maksimal belajar. Trisna juga memiliki kemampuan dalam bidang tulis menulis yang menginspirasi orang – orang yang berada disekitarnya. 
dilepas guru dan sahabat untuk pulang memberi kabar bahagia pada ibu tercinta.
dilepas guru dan sahabat untuk pulang memberi kabar bahagia pada ibu tercinta.
Trisna memiliki cita – cita yang sangat mulia. Dia ingin menjadi seorang guru yang selalu di cintai semua anak didiknya. Impian terbesarnya adalah sebuah kesembuhan dan kebahagiaan Ibu tercinta. Trisna berharap mendapat pengobatan yang intensif dan ada yang pihak membantu biaya pengobatannya. Setelah menelusuri kondisi Trisna yang begitu semangat dalam pendidikan. PKPU akhirnya mengajak mitra terdekat untuk berbagi peduli yaitu IPDN Kampus SUMBAR dengan bergandengan tangan menuju sekolah Trisna membawakan KURSI RODA yang dihasilkan dari INFAK TABUNG PEDULI BERBAGI UNTUK SAHABAT yang dikumpulkan oleh mahasiswa IPDN 

By Kasman Program PKPU Bukittinggi
trisna 4

 

2 thoughts on “Kursi Roda untuk Trisna

  1. Aslm, nama saya Niki Martoyo, saya mau melamar pekerjaan ke PKPU Bikittinggi, saya tamatan sarjana peternakan, apakah ada lowongan untuk saya? saya ada pengalaman bekerja di pemberdayaan dan guru TK domisili saya di padang panjang.

    1. Waalaikumsalam ..saudara Niki Martoyo untuk informasinya PKPU Bukittinggi belum membuka lowongan namun tak ada salahnya jika saudara mencoba memasukan lamaran terlebih dahulu mungkin jika berkenan sementara membantu dalam kegiatan PKPU dengan status sebagai relawan mudah2an bisa menjadi referensi kami termasuk referensi untuk merekrut sdm baru ke depannya. Trimakasih..Wassalamualaikum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s