Qurban di Kota Vs ke Pelosok

Meningkatnya kesadaran dan kesejahteraan masyarakat di perkotaan dalam beribadah mungkin salahsatunya bisa diukur dan dilihat pada fenomena di hari raya lebaran Qurban, dimana pada moment ibadah Qurban yang mensyariatkan memotong hewan seperti sapi dan kambing, dari setiap tahunnya kita bisa merasakan dan melihat peserta Qurban yang umumnya semakin meningkat walau harga hewanpun sebenarnya turut juga naik atau bertambah mahal.

Sehingga kita bisa menyaksikan kepanitiaan Qurban di masjid-masjid dan Musholla –musholla komplek, perkantoran, dan di lokasi lainnya di dalam kota kebanjiran peserta sehingga sudah dipastiakan akan berlimpahnya daging qurban dan siap menambah ekstra kerja panitia,  kadang  di beberapa lokasi rangkaian prosesi penyelenggaraan qurban dari mulai penyembelihan sampai pembagian bisa selesai hingga  malam selepas Isya, pun dari sisi penerima manfaatnya tidak hanya dua atau tiga kupon untuk mengambil Daging dan tidak sekedar dari masjid kelurahannya saja bahkan dari mushola RT  hingga musholla  RT sebelahpun mengundang atau mengirimkan langsung daging ke rumah, sehingga fenomena berlebihan stock daging qurban di rumah dan binggung mengolahnya dikalangan masyarakat kota yang mungkin bagi kalangan  menengah ke atas dan mengawetkannya  sehingga mampu menjadi bekal selama sebulan penuh ke depan dan tidak sedikit juga yang justru menjadi mubazir karena terbuang.

Namun di sudut lain menyadari di pelosok kampung nan jauh pemahaman dan kesejahteraan masyarakat tidak layaknya di daerah perkotaan, Di lebaran qurban mereka hanya memotong hewan qurban yang kurang dari cukup jauh dari kata melimpah, ditambah pula dari tingkat pemahaman masyarakat yang kurang tentang wawasan beragamanya, terang saja

Melihat kedua kondisi diatas maka pilihan apa yang sebaiknya kita lakukan condong untuk mau merubah kebiasaan atau tetap acuh tak acuh dengan berqurban seperti tahun – tahun sebelumnya tanpa terpikirkan untuk berqurban lebik baik dan lebih bermakna lagi, setidaknya penulis ingin menyarankan untuk merubah kebiasaan berqurban kita dengan memilih prioritas lokasi qurban ke daerah minus atau pelosok diantaranya atas beberapa alasan dan pertimbangan positif :

  1. Membantu mengkondisikan niat yang lurus dan menghindari dari riya, dengan merubah qurban ke pelosok kita belajar untuk mengikhlaskan hewan Qurban kita dibawa panitia atau lembaga yang memfasilitasi hewan Qurban kita ke pelosok tanpa kita bisa menyaksikan penyembeilihannya dan mendapat bagian dari daging qurban itu, namun kalau kita ikhas dan sabar memaknainya justru ini akan menjadi amalan yang lebih bermakna dan sebenarnya
  2. Menghindari kemubaziran dan meningkatkan nilai manfaat Ibadah Qurban, dengan memprioritaskan qurban kita ke pelosok sudah pasti permasalahan fenomena di atas sudah mampu kita jawab mengurangi kemubaziran berlimpahnya daging di perkotaan, sekaligus juga meningkatkan nilai manfaat daging adanya pemerataan, tepat dalam pembagian, dan bisa membantu meningkat kebutuhan gizi masyarakat pelosok yang umumnya rentan dari gizi buruk.
  3. Mempeluas syiar dan membangun ukhuwah Islamiyah, Datangnya hewan-hewan Qurban kita dari masyarakat kota sudah dipastikan akan memberi efek rasa persaudaraan yang tinggi dan adanya transformasi pesan amar ma’ruf terutama bagi mereka masyarakat sasaran/pelosok dimana para kurir/panitia hewan qurban kita adalah juru dakwah secara tidak langsung yang menyampaikan salam kepedulian masyarakat di kota terhadapa saudaranya di pelosok sekaligus mensosialisasikan dan memotifasi mereka untuk bisa berqurban secara mandiri atau minimalnya kehadiran hewan qurban ditengah mereka sudah membawa pesan tersendiri.

 

Dari beberapa asumsi dan alasan di atas penulis berharap kita bisa lebih profosional dan profesional dalam berqurban di tahun ini dan di tahun-tahun yang akan datang dengan memprioritaskan hewan qurban kita bagi mereka yang lebih membutuhkan dan kekurangan sehingga ibadah qurbanpun akan lebih terasa bermakna.

 

Adin Sampurna

Kepala Bagian Kemitraan PKPU Cabang Bukittinggi.

Sumber tulisan http://www.pkpu.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s